Default Konfigurasi MikroTik Lab 2

  LAB 2

Default konfigurasi  mikrotik


Berikan penjelasan  apa saja yang dikonfigurasikan secara default dari mikrotik  : 

Konfigurasi default adalah pengaturan bawaan atau pengaturan awal yang digunakan oleh peralatan networking seperti peralatan AP atau router. Umumnya peralatan network dikonfigurasi secara default saat pertama kali diaktifkan. Konfigurasi default adalah pengaturan yang paling umum digunakan oleh peralatan network sehingga memudahkan dalam mengatur jaringan. 

Tuliskan jenis konfigurasi  default :

  1. Ethernet

Default konfigurasi akan memberi nama interface yang dimaksudkan agar pengguna lebih mudah dalam menentukan di interface mana kabel akan dipasang. User bisa mengkoneksikan jaringan lokal ke ether2, ether3, dan seterusnya kecuali ether1. Segmen jaringan lokal juga harus berada dalam segmen yang sama.


  1. IP Address

Default konfigurasi akan memasang IP address untuk interface yang terkoneksi ke jaringan lokal dengan IP Address 192.168.88.1/24. Sehingga nantinya jaringan lokal akan menggunakan segmen network 192.168.88.0/24.


  1. DHCP

DHCP Server akan dijalankan oleh default konfigurasi di interface yang terkoneksi ke jaringan lokal. Client cukup konek ke interface ethernet selain ether1, maka secara otomatis akan mendapatkan ip address.


  1. Wireless

Untuk perangkat yang memiliki embedded interface wireless, juga terdapat default konfigurasi untuk beberapa setting tergantung kondisi hardware router tersebut.

  • Mode, untuk perangkat yang memiliki lisensi level 4 keatas, secara default akan menggunakan mode "AP Bridge", sedangkan untuk router yang memiliki lisensi level 3 menggunakan mode station.

  • Band, jika router hanya support di 2Ghz dan support MIMO, maka akan menggunakan band "2Ghz-b/g/n" dan router yang hanya support 5Ghz dan MIMO akan menggunakan band "5Ghz-a/n".

  • Frekuensi, pada router yang support 2Ghz akan menggunakan frekuensi 2412. Dan router yang support 5Ghz akan menggunakan frekuensi 5300.

  • Chain, untuk router yang sudah mendukung dual chain, setting default akan menggunakan mengaktifkan chain 0,1. dan untuk router yang masih single chain, hanya akan menggunakan chain 0.

  • Security Profile, default config akan membuat security profile dengan serial number router sebagai WPA dan WPA2 Key.

  • SSID, akan ditentukan berdasarkan mac-address interface wireless. biasanya akan di set SSID "MikroTik-[Enam Digit Terakhir MAC-Address]"

Selain memberikan beberapa setting di atas, interface wireless juga akan di-bridge dengan interface ethernet lokal sehingga jaringan wireless berada dalam segmen yang sama dengan jaringan kabel.

  1. Firewall

Rule pertama di firewall tersebut akan mengijinkan koneksi ICMP yang menuju ke router. Rule kedua mengijinkan koneksi yang sudah memiliki status established menuju ke router. Rule ketiga mengijinkan koneksi yang sudah memiliki status related yang juga menuju router. Rule keempat akan melakukan drop setiap koneksi menuju router yang masuk melalui interface ether1-gateway. Dan rule terakhir merupakan rule NAT yang mengijinkan client di bawah router untuk meminjam ip router agar bisa terkoneksi ke jaringan internet.


  1. DNS

Static DNS dibuat oleh default konfigurasi dengan dns name "router" dan  IP address 192.168.88.1. Artinya router juga berjalan sebagai DNS Server. Jika kita buka browser kemudian kita ketik pada address bar dengan alamat http://router maka alamat yang dituju oleh browser adalah 192.168.88.1 dan akan muncul tampilan web-base router MikroTik.


Kesimpulan : 

  1. Pemanfaatan jaringan wireless atau WLAN dapat digunakan sebagai perluasan dari jaringan LAN kabel yang sudah ada.

  2. Jaringan wireless dapat memudahkan mobilitas dan kerumitan kabel.

  3. Jaringan wireless mudah terinterferensi radio oleh cuaca, perangkat wireless lain, halangan dinding, gedung, bahkan pohon besar.

  4. Konfigurasi default dapat diubah sesuai kebutuhan pemilik dan yang mengaksesnya.


Terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dynamic Routing OSPF 5 Router menggunakan Cisco Packet Tracer